Di kecamatan Sukodono terdapat banyak sekali industri perumahan salah satunya adalah Pabrik Tahu. Tahu merupakan makanan sehari-hari penduduk indonesia yg merupakan makanan penuh dengan gizi. Industri tahu biasanya mengganggu masyarakat sekitar dengan bau limbahnya yg tidak sedap namun disini tidak seperti itu mereka sudah bisa mengolah limbah tersebut dan membuangnya di sebuah kolam-kolam khusus untuk leimbah tersebut dan tidak sedikitpun meninggalkan bau. Itu terbukti karena kolam tersebut bisa untuk memelihara ikan.
SUKODONO SRAGEN
Kamis, 01 Maret 2012
Kamis, 05 Januari 2012
Sejarah Kota Sragen
Pangeran Mangkubumi adik dari Sunan Pakubuwono II di Mataram sangat membenci Kolonialis Belanda. Apalagi setelah Belanda banyak mengintervensi Mataram sebagai Pemerintahan yang berdaulat. Oleh karena itu dengan tekad yang menyala bangsawan muda tersebut lolos dari istana dan menyatakan perang dengan Belanda. Dalam sejarah peperangan tersebut, disebut dengan Perang Mangkubumen ( 1746 - 1757 ). Dalam perjalanan perangnya Pangeran Muda dengan pasukannya dari Keraton bergerak melewati Desa-desa Cemara, Tingkir, Wonosari, Karangsari, Ngerang, Butuh, Guyang. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati.
Di Desa ini Pangeran Mangkubumi membentuk Pemerintahan Pemberontak. Desa Pandak, Karangnongko di jadikan pusat Pemerintahan Projo Sukowati, dan Beliau meresmikan namanya menjadi Pangeran Sukowati serta mengangkat pula beberapa pejabat Pemerintahan.
Karena secara geografis terletak di tepi Jalan Lintas Tentara Kompeni Surakarta – Madiun, pusat Pemerintahan tersebut dianggap kurang aman, maka kemudian sejak tahun 1746 dipindahkan ke Desa Gebang yang terletak disebelah tenggara Desa Pandak Karangnongko.
Sejak itu Pangeran Sukowati memperluas daerah kekuasaannya meliputi Desa Krikilan, Pakis, Jati, Prampalan, Mojoroto, Celep, Jurangjero, Grompol, Kaliwuluh, Jumbleng, Lajersari dan beberapa desa Lain.
Dengan daerah kekuasaan serta pasukan yang semakin besar Pangeran Sukowati terus menerus melakukan perlawanaan kepada Kompeni Belanda bahu membahu dengan saudaranya Raden Mas Said, yang berakhir dengan perjanjian Giyanti pada tahun 1755, yang terkenal dengan Perjanjian Palihan Negari, yaitu kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, dimana Pangeran Sukowati menjadi Sultan Hamengku Buwono ke-1 dan perjanjian Salatiga tahun 1757, dimana Raden Mas Said ditetapkan menjadi Adipati Mangkunegara I dengan mendapatkan separuh wilayah Kasunanan Surakarta.
Selanjutnya sejak tanggal 12 Oktober 1840 dengan Surat Keputusan Sunan Paku Buwono VII yaitu serat Angger – angger Gunung, daerah yang lokasinya setrategis ditunjuk menjadi Pos Tundan,
yaitu tempat untuk menjaga ketertiban dan keamanan Lalu Lintas Barang dan surat serta perbaikan jalan dan jembatan, termasuk salah satunya adalah Pos Tundan Sragen.
Perkembangan selanjutnya sejak tanggal 5 juni 1847 oleh Sunan Paku Buwono VIII dengan persetujuan Residen Surakarta baron de Geer ditambah kekuasaan yaitu melakukan tugas kepolisian dan karenanya disebut Kabupaten Gunung Pulisi Sragen. Kemudian berdasarkan Staatsblaad No 32 Tahun 1854, maka disetiap Kabupaten Gunung Pulisi dibentuk Pengadilan Kabupaten, dimana Bupati Pulisi menjadi Ketua dan dibantu oleh Kliwon, Panewu, Rangga dan Kaum.
Sejak tahun 1869, daerah Kabupaten Pulisi Sragen memiliki 4 ( empat ) Distrik, yaitu Distrik Sragen, Distrik Grompol, Distrik Sambungmacan dan Distrik Majenang.
Selanjutnya sejak Sunan Paku Buwono VIII dan seterusnya diadakan reformasi terus menerus dibidang Pemerintahan, dimana pada akhirnya Kabupaten Gunung Pulisi Sragen disempurnakan menjadi Kabupaten Pangreh Praja. Perubahan ini ditetapkan pada jaman Pemerintahan Paku Buwono X, Rijkblaad No. 23 Tahun 1918, dimana Kabupaten Pangreh Praja sebagai Daerah Otonom yang melaksanakan kekuasaan hukum dan Pemerintahan.
Dan Akhirnya memasuki Zaman Kemerdekaan Pemerintah Republik Indonesia , Kabupaten Pangreh Praja Sragen menjadi Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen.
Di Desa ini Pangeran Mangkubumi membentuk Pemerintahan Pemberontak. Desa Pandak, Karangnongko di jadikan pusat Pemerintahan Projo Sukowati, dan Beliau meresmikan namanya menjadi Pangeran Sukowati serta mengangkat pula beberapa pejabat Pemerintahan.
Karena secara geografis terletak di tepi Jalan Lintas Tentara Kompeni Surakarta – Madiun, pusat Pemerintahan tersebut dianggap kurang aman, maka kemudian sejak tahun 1746 dipindahkan ke Desa Gebang yang terletak disebelah tenggara Desa Pandak Karangnongko.
Sejak itu Pangeran Sukowati memperluas daerah kekuasaannya meliputi Desa Krikilan, Pakis, Jati, Prampalan, Mojoroto, Celep, Jurangjero, Grompol, Kaliwuluh, Jumbleng, Lajersari dan beberapa desa Lain.
Dengan daerah kekuasaan serta pasukan yang semakin besar Pangeran Sukowati terus menerus melakukan perlawanaan kepada Kompeni Belanda bahu membahu dengan saudaranya Raden Mas Said, yang berakhir dengan perjanjian Giyanti pada tahun 1755, yang terkenal dengan Perjanjian Palihan Negari, yaitu kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, dimana Pangeran Sukowati menjadi Sultan Hamengku Buwono ke-1 dan perjanjian Salatiga tahun 1757, dimana Raden Mas Said ditetapkan menjadi Adipati Mangkunegara I dengan mendapatkan separuh wilayah Kasunanan Surakarta.
Selanjutnya sejak tanggal 12 Oktober 1840 dengan Surat Keputusan Sunan Paku Buwono VII yaitu serat Angger – angger Gunung, daerah yang lokasinya setrategis ditunjuk menjadi Pos Tundan,
yaitu tempat untuk menjaga ketertiban dan keamanan Lalu Lintas Barang dan surat serta perbaikan jalan dan jembatan, termasuk salah satunya adalah Pos Tundan Sragen.
Perkembangan selanjutnya sejak tanggal 5 juni 1847 oleh Sunan Paku Buwono VIII dengan persetujuan Residen Surakarta baron de Geer ditambah kekuasaan yaitu melakukan tugas kepolisian dan karenanya disebut Kabupaten Gunung Pulisi Sragen. Kemudian berdasarkan Staatsblaad No 32 Tahun 1854, maka disetiap Kabupaten Gunung Pulisi dibentuk Pengadilan Kabupaten, dimana Bupati Pulisi menjadi Ketua dan dibantu oleh Kliwon, Panewu, Rangga dan Kaum.
Sejak tahun 1869, daerah Kabupaten Pulisi Sragen memiliki 4 ( empat ) Distrik, yaitu Distrik Sragen, Distrik Grompol, Distrik Sambungmacan dan Distrik Majenang.
Selanjutnya sejak Sunan Paku Buwono VIII dan seterusnya diadakan reformasi terus menerus dibidang Pemerintahan, dimana pada akhirnya Kabupaten Gunung Pulisi Sragen disempurnakan menjadi Kabupaten Pangreh Praja. Perubahan ini ditetapkan pada jaman Pemerintahan Paku Buwono X, Rijkblaad No. 23 Tahun 1918, dimana Kabupaten Pangreh Praja sebagai Daerah Otonom yang melaksanakan kekuasaan hukum dan Pemerintahan.
Dan Akhirnya memasuki Zaman Kemerdekaan Pemerintah Republik Indonesia , Kabupaten Pangreh Praja Sragen menjadi Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen.
Sabtu, 17 September 2011
Sepeda Hias
Dalam memeriahkan acara lomba 17 agustus untuk memeriahkan HUT indonesia yg ke 66 Kr.Taruna harjosari mengadakan lomba sepeda hias. perlombaan di ikuti oleh anak kecil dengan menghias sepedanya sebagus mungkin dan siapa yg paling kreatif adalah juaranya.
Rute dari sepeda hias sendiri cukup dekat karena cuma mengelilingi desa harjosari tp tetap dipandu dengan mobil polisi supaya acara tersebut tetap tertib dan tidak menyebabkan jalanan menjadi macet.


semua anak-anak di desa harjosari pun menyambutnya dengan riang gembira walaupun panas menyengat kulit karena acara ini di adakan pada siang hari. karena acara ini cuma di adakan satu tahun sekali mereka sangat antusias. setelah acaran ini selesai maka d adakan lomba yg lain. lanjut di artikel berikutnya. caiooo.....

Rute dari sepeda hias sendiri cukup dekat karena cuma mengelilingi desa harjosari tp tetap dipandu dengan mobil polisi supaya acara tersebut tetap tertib dan tidak menyebabkan jalanan menjadi macet.


semua anak-anak di desa harjosari pun menyambutnya dengan riang gembira walaupun panas menyengat kulit karena acara ini di adakan pada siang hari. karena acara ini cuma di adakan satu tahun sekali mereka sangat antusias. setelah acaran ini selesai maka d adakan lomba yg lain. lanjut di artikel berikutnya. caiooo.....

Sepeda santai kr.Karuna Harjosari
Sepeda santai yg di selenggarakan oleh kr.taruna PMM Bahari Harjosari yg di setujui pleh bapak camat setempat merupakan acara untuk mempererat tali persaudaraan khususnya seluruh warga harjosari. Dengan sepeda santai ini kita bisa menggalakan hidup sehat dan mengurangi polusi udara yg menyebabkan global warming.


Acara ini diselenggarakan mulai pukul 06.00 WIB - 12.00 WIB dengan rute mengelilingi kecamatan Sukodono dan Gesi. ditengah-tengah rute pun sudah di tetapkan pos untuk istirahat dah makan yaitu di daerah jatitengah. tempat untuk istirahat itu adalah sebuah warung mie ayam, dan semua peserta mendapatkan semangkuk mie ayam plus es teh



Acara ini diselenggarakan mulai pukul 06.00 WIB - 12.00 WIB dengan rute mengelilingi kecamatan Sukodono dan Gesi. ditengah-tengah rute pun sudah di tetapkan pos untuk istirahat dah makan yaitu di daerah jatitengah. tempat untuk istirahat itu adalah sebuah warung mie ayam, dan semua peserta mendapatkan semangkuk mie ayam plus es teh

Senin, 11 Juli 2011
kecamatan sukodono
kecamatan sukodono terletak di desa genengan kelurahan karanganom. yang berbatasan langsung dengan harjosari kelurahan majenang yg merupakan pusat dari kecamatan sukodono. harjosari(pojok) bisa dikatakan sebagai kota dari sukodono karena pusat perekonomian berjalan disana. kerana di Pojok terdapat pasar yg bernama Pasar Pojok. dan di malam haripun desa pojok tetap ramai karena banyak penjual makanan yang berjualan pd malam hari seperti roti bakar, mie ayam, bakso, sate, ayam goreng/bakar, dll. semua pun laris manis pasti habis makanan yg dijualnya.
Jl. Raya Sukodono bisa dikatakan sebagai jalur alternatif dari jawa timur menuju semarang karena jalannya yg masih baik dan tidak berlubang-lubang dan setiap malam pun banyak truk-truk yg lewat karena itu sukodono bisa lebih ramai.
sukodono merupakan kecamatan yang asri dan nyaman karena penduduknya yg ramah-ramah dan pemandangan yg indah seperti pohon-pohon yang rindang, bendungan, dan sungai yg tidak pernah kering maka dari itu banyak orang yg memanfaatkan sungai tersebut untuk mengairi sawah/ladang, mencuci bahkan untuk mandi. setiap pagi dan sore banyak anak-anak yg berenang disungai untuk mandi dan bermain bahkan ada yg terjun bebas dari atas jembatan setinggi +/- 10 meter langsung mendarat di air yg lumayan dalam.
sukodono merupakan kecamatan yang asri dan nyaman karena penduduknya yg ramah-ramah dan pemandangan yg indah seperti pohon-pohon yang rindang, bendungan, dan sungai yg tidak pernah kering maka dari itu banyak orang yg memanfaatkan sungai tersebut untuk mengairi sawah/ladang, mencuci bahkan untuk mandi. setiap pagi dan sore banyak anak-anak yg berenang disungai untuk mandi dan bermain bahkan ada yg terjun bebas dari atas jembatan setinggi +/- 10 meter langsung mendarat di air yg lumayan dalam.
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)


